MEDIA PERIKLANAN
MATERI PEMBAHASAN
Konsep Dasar Periklanan
Klasifikasi Periklanan
Media Periklanan
Jenis-Jenis Media Periklanan
Televisi
Kelebihan dan Kelemahan Televisi
Radio
Prinsip-Prinsip Copywriter
Format Iklan Radio
Amunisi Iklan Radio
Kelebihan dan Kelemahan Radio
KONSEP DASAR PERIKLANAN
Periklanan adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal, seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail, reklame, dll.
KLASIFIKASI PERIKLANAN
Periklanan produk
Iklan yang merepresentasikan suatu produk baru, produk yang sudah ada, dan produk hasil revisi.
Periklanan eceran
Iklan yang merepresentasikan suatu produk yang bersifat lokal dan berfokus pada toko, tempat dimana beragam produk dapat dibeli atau dimana suatu jasa dapat ditawarkan.
Periklanan Korporasi
Periklanan korporasi dirancang untuk menciptakan citra yang menguntungkan bagi perusahaan dan produknya.
Periklanan dari bisnis-ke-bisnis
Periklanan ini ditujukan pada para pelaku industri, para pedagang perantara, serta para profesional.
Periklanan politik
Periklanan ini seringkali digunakan para politisi untuk membujuk orang untuk memilih mereka dan karenanya iklan ini merupakan bagian terpenting dalam proses politik.
Periklanan direktori
Periklanan ini merujuk pada bagaimana cara masyarakat menemukan tempat untuk membeli sebuah produk maupun jasa.
Periklanan Respon Langsung
Periklanan ini melibatkan komunikasi dua arah diantara konsumen dan pengiklan secara langsung.
Periklanan Pelayanan Masyarakat
Periklanan yang dirancang untuk kepentingan masyarakat dan mempromosikan kesejahteraan masyarakat.
Periklanan advokasi
Periklanan yang berkaitan dengan gagasan dan isu sosial yang kontroversial.
MEDIA PERIKLANAN
Media Periklanan adalah segala sarana komunikasi yang dipakai untuk mengantarkan dan menyebar luaskan pesan-pesan iklan.
Pada prinsipnya media periklanan dalam bentuk fisik terbagi ke dalam dua kategori, yaitu:
1. Media iklan elektronik
2. Media iklan cetak
Ada satu media yang tidak masuk ke dalam dua kategori di atas yaitu media luar ruang.
JENIS MEDIA PERIKLANAN
MEDIA IKLAN LINI ATAS (ABOVE THE LINE)
Media utama yang digunakan dalam periklanan. Media iklan ini berhak sepenuhnya mengatur bagaimana proses dan pembayaran berlangsung atas apa yang diiklankan dalam media tersebut.
MEDIA IKLAN LINI BAWAH (BELOW THE LINE)
Media pendukung yang digunakan dalam periklanan. Media iklan ini melakukan segala sesuatunya secara mandiri tanpa bantuan dari biro iklan
TELEVISI
Televisi merupakan media yang memiliki jangkauan yang terluas dan terlengkap.
Keunikan televisi sangat personal dan demonstratif
Dalam konteks media periklanan, televisi masih menjadi media yang paling efektif bagi perusahaan yang ingin mengiklankan produk-produknya.
Ada dua aspek khusus didalam periklanan televisi:
1. Segmen pemograman televisi
2. Outlet alternatif iklan televisi
Segmen pemograman televisi yang terdiri dari:
1. Waktu Utama (prime time) jam 19.00-23.00
2. Siang hari (day time) jam 05.00-16.00
3. Waktu tambahan (Fringe time) masa sebelum prime time dan sesudah prime time: jam 17.00 dan jam 00.00
Outlet alternatif iklan televisi terdiri dari:
1. Periklanan televisi jaringan
Iklan yang dibuat untuk menjangkau para pelanggan potensial diseluruh negeri, seperti MNC
2. Periklanan televisi spot
Periklanan yang ditayangkan hanya pada program-program pilihan, bersifat regional dan tersegmentasi.
3. Periklanan televisi kabel
Periklanan yang ditayangkan hanya pada khalayak berlangganan hingga iklan tersebut tepat sasaran dan ekonomis.
4. Periklanan televisi lokal
periklanan yang ditayangkan terbatas hanya pada khalayak lokal dan pasar lokal saja sehingga lebih efektif dan efisien.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TELEVISI
KEKUATAN PERIKLANAN TELEVISI
1. Televisi memiliki daya jangkau yang luas, sehingga perusahaan-perusahaan dapat mempromosikan produknya secara serentak ke seluruh wilayah.
2. Televisi memiliki selektivitas dan fleksebilitas sehingga setiap program yang ditayangkan dapat dijadikan promosi dan memungkinkan penyesuaian terhadap kebutuhan-kebutuhan yang khusus.
3. Televisi dapat menjadi fokus perhatian sehingga khalayak tidak dapat menghindar pada saat iklan ditayangkan.
4. Televisi meliliki kreativitas dan efek tertentu sehingga dapat mempengaruhi sisi emosional dan imajinasi khalayaknya.
5. Televisi memiliki prestise sehingga perusahaan yang mengiklankan produknya dapat dikenal orang banyak.
6. Televisi memiliki waktu-waktu tertentu dalam menayangkan iklannya sehingga produk-produk yang diiklankan dapat mencapai sasaran yang diinginkan.
KELEMAHAN PERIKLANAN TELEVISI
1. Periklanan ditelevisi memerlukan biaya yang tidak sedikit karena biaya dihitung per detik iklan tersebut ditayangkan.
2. Dengan durasi yang terbatas mengakibatkan minimnya informasi atas produk-produk yang diiklankan ditelevisi.
3. Waktu tayang iklan ditelevisi sangat terbatas karena berbenturan dengan program-program televisi.
RADIO
Radio memiliki ciri sebagai media dengan target khalayak yang tidak luas, yaitu mereka yang memiliki minat atau ketertarikan terhadap program tertentu saja.
Iklan radio memiliki sifat yang sangat lokal sehingga menjadi salah satu media yang tepat bagi perusahaan lokal untuk mempromosikan produknya.
Radio merupakan media auditif yang bersifat atraktif, artinya media yang hanya menggunakan indera pendengaran untuk menyapa pendengar.
KARAKTERISTIK RADIO
1. Theater of mind
Pesan iklan imajinasi pendengar.
2. Pribadi
Pesan iklan berbicara langsung dengan pendengar.
3. Kurang perhatian pendengar
4. Iklan ditayangkan hanya sekelebat dan sekali dengar saja.
PRINSIP-PRINSIP COPYWRITER
1. MENULIS UNTUK BERBICARA BUKAN UNTUK DIBACA ATAU DITATAP
Suara adl estetika; hindari tata bahasa yang bertele-tele dan tdk efektif
Diksi adl kata dan kalimat yang mdh dimengerti; bahasa lebih penting daripada tata bahasa
Kata “adalah” tidak diperlukan dlm iklan diradio
2. MENULIS SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI LANGSUNG
Copywriting yang disampaikan bersifat langsung kepada target audience, yaitu pendengar.
Tidak ada istilah pihak ketiga atau keempat yang harus dituju
3. MENULIS DALAM KERANGKA KREATIF DARI INDIVIDU KE INDIVIDU
Copywriting harus mencapai keakraban dengan cara:
1. Hindari gaya penulisan berpidato kecuali konsep kreatifnya memang diharuskan seperti itu
2. Bunyi tulisan harus bersifat informal
3. Harus tercipta suasana akrab dan bersahabat
4. Harus komunikatif dan to the point
4. MENULIS DENGAN PRINSIP SEKALI UCAP DAN MUDAH DIMENGERTI
Syarat mutlak naskah radio adalah clarity has top priority; kejelasan adalah prioritas utama
Kalimat yang panjang harus dibuat pendek dan sederhana
5. KESADARAN BAHWA HASIL AKAN TERWUJUD DALAM BENTUK SUARA
Kata dan gaya berperan untuk jembatan komunikasi, jadi:
kata-kata yang digunakan harus bermakna kongkret
jangan menggunakan kata-kata yang abstrak
jangan menggunakan kata yang bunyinya mirip, spt pajang- panjang, dst.
FORMAT IKLAN RADIO
A. Bentuk script iklan radio seperti naskah sandiwara atau screenplay
B. Script ditulis dengan bahasa percakapan
C. Bahasa lebih penting daripada tata bahasa
D. Jangan melupakan siapa announcer dan target audience.
KETENTUAN PENGATURAN WAKTU DALAM IKLAN RADIO
a. Pada umumnya setiap iklan diradio berdurasi 60 detik
b. 5-10 detik pertama sebagai building situation, yaitu pengenalan setting dan tokoh
c. Detik ke-11 sampai detik ke-45 berisi tentang konflik antar tokoh
d. Detik ke-45 sampai detik ke-60 berisi tentang solusi
AMUNISI IKLAN RADIO
Amunisi iklan diradio terdiri dari:
1. Suara manusia
2. Musik
3. Jingle
4. Sound effect (SFX) atau efek suara
5. Dalam beberapa iklan radio, amunisi yang dipakai dari awal hingga akhir adalah musik dan jingle dengan suara manusia yang menyanyikan sebuah lagu mengiringi jingle tersebut.
AMUNISI IKLAN RADIO: Suara Manusia
1. Tokoh melakukan dialog atau monolog
2. Karakterisasi penokohan harus jelas, seperti laki-laki atau perempuan
3. Karakter penokohan dapat ditambahkan ciri khas, spt dialek, latah, atau gagap.
4. Jika penokohan segender (laki-laki saja atau perempuan saja), pilihlah warna suara yang berbeda.
ISTILAH SUARA MANUSIA DALAM SCRIPT IKLAN RADIO
Man : Tokoh laki-laki (bisa diganti dengan ayah atau nama laki-laki)
Women : Tokoh perempuan (bisa diganti dengan ibu atau nama perempuan)
Voice Over (VO) : suara announcer, narator, atau penyiar.
Crowd : suara orang banyak
CONTOH SCRIPT IKLAN RADIO
Man (dengan menggunakan logat Jawa dan gaya sok tahu):
“kuncinya nasionalisme. Untuk menjadi negara yang besar kita harus confident. Nah untuk mengachieve semua itu, claim nationalism di-follow up-i dengan attitude yang represent our personality kita. So, jangan sok luar negeri minded-lah. Orang lain akan menjudge kita dari what we do, how we behave, dan last but not least dari the way we talk.
Crowd (bersorak, mengejek) : “uuuuuuuuuuuhhh!!!”
Man : “loh, kenapa? Correct me if wrong..”
FVO : “kami mengerti anda bukan tidak mau menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Bila anda membutuhkan bantuan, hubungi Pusat Bahasa BELEARN dinomor 4070253 atau 4070267”
Man : “Loh, saya berhak bicara begini . Sing penting saya tidak melanggar .. Eeee… hak azasi manusia opo yo bahasa Inggrisnya? Lali aku…
Crowd: “Human Right!!”
KELEBIHAN IKLAN RADIO
1. Radio bersifat audience activity, artinya radio memiliki pendengar yang spesifik dimana pengiklan dapat memilih program yang cocok dengan iklan yang akan disampaikan.
2. Radio merupakan media intrusif, artinya iklan dapat hadir ditengah siaran tanpa mengakibatkan orang beralih ke siaran lain.
3. Biaya iklan produksi radio lebih rendah dibandingkan iklan dimedia lain.
4. Radio dapat mendukung kampanye diradio lain
5. Radio merupakan media fleksibel hingga bisa didengarkan sambil melakukan pekerjaan lain.
6. Radio bukan media musiman
7. Radio menawarkan peluang kreatif yang unik bagi pembuat iklan karena tidak menyajikan gambar, melainkan bermain dalam imajinasi pendengar.
8. Radio bersifat mobile, artinya bisa didengarkan kapan dan dimana saja.
9. Radio dapat terjangkau dipedesaan.
KELEMAHAN
1. Radio tidak bisa mendemonstrasikan produk-produk yang diiklankan
2. Radio hanya mengiklankan produk sekelebat dan sekali dengar
3. Radio bersifat terbagi dimana dalam satu wilayah terdapat berbagai radio hingga sulit menjangkau pasar
4. Pengiklan sulit memperoleh bukti bahwa iklan telah disiarkan sesuai dengan pesanan.
Minggu, 27 Maret 2011
Jumat, 11 Maret 2011
Strategi media periklanan
TINJAUAN UMUM TENTANG STRATEGI, MEDIA, DAN IKLAN
definisi strategi
* Kata strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang secara harfiah berarti cara atau taktik.
* Kata strategi pada dasarnya meminjam istilah dari militer yang mengacu pada manuver atau mengatur siasat. Kemudian digunakan oleh para ahli ilmu sosial.
* Michael Porter (1996), strategi merupakan sebuah alat yang penting untuk mencapai keunggulan bersaing.
* Andrew (1980), strategi merupakan kekuatan motivasi untuk stakeholders, seperti manajer, karyawan, konsumen, kontinuitas, pemerintah, dan sebagainya, menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung
* Argyris (1985), strategi merupakan respon secara terus menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi.
* Glueek & Jauch, strategi merupakan sebuah rencana yang disatukan, luas, dan terintergrasi.
* Stephanie K. Marrus (1997), dalam kajian organisasi, strategi merupakan suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan suatu cara atau upaya yang dilakukan secara terus-menerus untuk mencapai tujuan jangka panjang yang diharapkan.
untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan serangkaian rencana yang terintegrasi dan menyeluruh dengan mempertimbangkan resiko-resiko dari lingkungan yang akan dihadapi.
Henry Mintzberg
Strategi dibagi ke dalam 5P yaitu:
Strategi sebagai Perspektif.
Strategi sebagai Posisi.
Strategi sebagai Perencanaan.
Strategi sebagai Pola
Strategi sebagai “Penipuan”.
KONSEP DASAR MEDIA
Kata media berasal dari bahasa latin Medium yang secara harfiah berarti “tengah”, perantara atau pengantar. Jadi, dalam komunikasi, media merupakan perantara bagi pengirim (sender) dan penerima (receiver) dalam melakukan pertukaran informasi.
Denis McQuail (2000) menyatakan bahwa media merupakan sebuah tempat dimana kultur dapat berubah, nilai-nilai masyarakat disusun, disimpan, dan diekspresikan dengan jelas
Selanjutnya, media juga diibaratkannya jendela yang dapat menjelaskan, menginterpretasikan realitas sebagai suatu ilmu, pengalaman, informasi, komunikasi, instruksi, dan petunjuk arah.
KARAKTERISTIK MEDIA
karakteristik media dapat membedakan jenis media yang satu dengan jenis media yang lain. Karakteristik tersebut yaitu:
kemampuan dalam mempresentasikan gambar
Kemampuan dalam mempresentasikan warna
Kemampuan dalam mempresentasikan gerak
Kemampuan dalam mempresentasikan bahasa
Kemampuan untuk mengaitkan antara unsur gambar dan suara.
Kontribusi media dalam proses komunikasi
informasi yang dikomunikasikan menjadi lebih standar,
penyajian informasi dapat menjadi lebih menarik,
kualitas penerimaan informasi menjadi lebih efektif,
memungkinkan terjadinya proses belajar secara individual.
KEGUNAAN MEDIA
Umum
memungkinkan pemakainya dapat mengatasi hambatan yang berupa ruang dan waktu dalam memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
Khusus
1. To Motivate
2. To Inform
3. To Instruct
JENIS-JENIS MEDIA
Media komunikasi berdasarkan alat yang digunakan, yaitu:
Media komunikasi audio merupakan media atau alat bantu komunikasi yang memancarkan suara sehingga memungkinkan komunikasi dapat ditangkap melalui saluran pendengaran, seperti radio dan telepon.
Media komunikasi visual merupakan media atau alat bantu komunikasi yang dapat ditangkap melalui saluran penglihatan, seperti surat kabar, majalah, tabloid, brosur, poster, dan spanduk.
Media komunikasi audio visual merupakan media atau alat bantu komunikasi yang dapat ditangkap melalui saluran pendengaran maupun penglihatan dalam bentuk suara, gambar, maupun tulisan, seperti televisi, video, dan film.
Jenis media komunikasi berdasarkan sasarannya, terdiri dari:
Media komunikasi umum, yaitu alat komunikasi yang dapat ditujukan pada sasaran tunggal, kelompok, atau massa. Contohnya, telepon, telegram, surat, e-mail, brosur, spanduk, internet, surat kabar, radio, televisi, video, dan film.
Media komunikasi massa, yaitu alat komunikasi yang khusus ditujukan untuk tujuan komunikasi massa yang sifatnya bergerak satu arah, dari komunikator pada khalayak. Media yang digunakannya yaitu media komunikasi audio, visual, maupun audio visual.
KONSEP DASAR IKLAN
Kata iklan berasal dari bahasa latin, yaitu ad-vere yang artinya menyampaikan pikiran dan gagasan kepada orang lain.
Secara umum, Iklan didefinisikan sebagai salah satu bentuk komunikasi persuasif yang merupakan bagian dari kegiatan pemasaran dengan maksud membujuk khalayak untuk memanfaatkan barang atau jasa.
Iklan ditujukan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan, makna, kepercayaan, sikap, pendapat, pemikiran dan citra konsumen yang berkaitan dengan suatu produk atau merek.
DEFINISI IKLAN MENURUT AHLI
Morissan (2010) menyatakan bahwa iklan merupakan bentuk komunikasi nonpersonal mengenai suatu organisasi, produk, layanan, atau ide, yang dibayar oleh satu sponsor yang diketahui.
Makna kata ‘dibayar’ menunjukkan fakta bagi suatu pesan setiap iklan pada umumnya harus dibeli, dan makna dari kata ‘nonpersonal’ merujuk pada setiap iklan yang selalu melibatkan media massa, seperti televisi, radio, majalah, atau koran.
Liliweri (1992) secara lengkap menuliskan bahwa iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatan sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, atau memberi layanan, serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif.
Kotler (1991) mengartikan iklan sebagai semua bentuk penyajian nonpersonal, promosi ide-ide, promosi barang produk atau jasa yang dilakukan oleh sponsor tertentu yang dibayar. Artinya dalam menyampaikan pesan tersebut, komunikator memang secara khusus melakukannya dengan cara membayar kepada pemilik media atau membayari orang yang mengupayakannya.
William Pattis menyatakan bahwa yang dimaksud dengan iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi dan mempromosikan produk dan jasa kepada seseorang atau pembeli yang potensial.
JENIS-JENIS IKLAN
Comercial Advertising atau Iklan komersial
Corporate Advertising atau Iklan untuk membangun citra
Public Service Advertising atau Iklan Layanan Masyarakat
FUNGSI DAN PERAN IKLAN
Sumber informasi, dengan adanya iklan dapat membantu masyarakat untuk memilih alternatif produk yang sesuai dan dibutuhkannya.
kegiatan ekonomi, dengan adanya iklan para pelaku ekonomi dapat terus memproduksi dan menjual produk mereka.
Sumber dana media, dengan adanya iklan dapat menunjang harga eceran dan langganan surat kabar
Identitas produsen, dengan adanya iklan masyarakat dapat mengetahui nama perusahaan yang memproduksi barang-barang yang dikonsumsinya.
Sarana kontrol, dengan adanya iklan masyarakat dapat mengetahui produk-produk yang legal dan ilegal.
definisi strategi
* Kata strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang secara harfiah berarti cara atau taktik.
* Kata strategi pada dasarnya meminjam istilah dari militer yang mengacu pada manuver atau mengatur siasat. Kemudian digunakan oleh para ahli ilmu sosial.
* Michael Porter (1996), strategi merupakan sebuah alat yang penting untuk mencapai keunggulan bersaing.
* Andrew (1980), strategi merupakan kekuatan motivasi untuk stakeholders, seperti manajer, karyawan, konsumen, kontinuitas, pemerintah, dan sebagainya, menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung
* Argyris (1985), strategi merupakan respon secara terus menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi.
* Glueek & Jauch, strategi merupakan sebuah rencana yang disatukan, luas, dan terintergrasi.
* Stephanie K. Marrus (1997), dalam kajian organisasi, strategi merupakan suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan suatu cara atau upaya yang dilakukan secara terus-menerus untuk mencapai tujuan jangka panjang yang diharapkan.
untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan serangkaian rencana yang terintegrasi dan menyeluruh dengan mempertimbangkan resiko-resiko dari lingkungan yang akan dihadapi.
Henry Mintzberg
Strategi dibagi ke dalam 5P yaitu:
Strategi sebagai Perspektif.
Strategi sebagai Posisi.
Strategi sebagai Perencanaan.
Strategi sebagai Pola
Strategi sebagai “Penipuan”.
KONSEP DASAR MEDIA
Kata media berasal dari bahasa latin Medium yang secara harfiah berarti “tengah”, perantara atau pengantar. Jadi, dalam komunikasi, media merupakan perantara bagi pengirim (sender) dan penerima (receiver) dalam melakukan pertukaran informasi.
Denis McQuail (2000) menyatakan bahwa media merupakan sebuah tempat dimana kultur dapat berubah, nilai-nilai masyarakat disusun, disimpan, dan diekspresikan dengan jelas
Selanjutnya, media juga diibaratkannya jendela yang dapat menjelaskan, menginterpretasikan realitas sebagai suatu ilmu, pengalaman, informasi, komunikasi, instruksi, dan petunjuk arah.
KARAKTERISTIK MEDIA
karakteristik media dapat membedakan jenis media yang satu dengan jenis media yang lain. Karakteristik tersebut yaitu:
kemampuan dalam mempresentasikan gambar
Kemampuan dalam mempresentasikan warna
Kemampuan dalam mempresentasikan gerak
Kemampuan dalam mempresentasikan bahasa
Kemampuan untuk mengaitkan antara unsur gambar dan suara.
Kontribusi media dalam proses komunikasi
informasi yang dikomunikasikan menjadi lebih standar,
penyajian informasi dapat menjadi lebih menarik,
kualitas penerimaan informasi menjadi lebih efektif,
memungkinkan terjadinya proses belajar secara individual.
KEGUNAAN MEDIA
Umum
memungkinkan pemakainya dapat mengatasi hambatan yang berupa ruang dan waktu dalam memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
Khusus
1. To Motivate
2. To Inform
3. To Instruct
JENIS-JENIS MEDIA
Media komunikasi berdasarkan alat yang digunakan, yaitu:
Media komunikasi audio merupakan media atau alat bantu komunikasi yang memancarkan suara sehingga memungkinkan komunikasi dapat ditangkap melalui saluran pendengaran, seperti radio dan telepon.
Media komunikasi visual merupakan media atau alat bantu komunikasi yang dapat ditangkap melalui saluran penglihatan, seperti surat kabar, majalah, tabloid, brosur, poster, dan spanduk.
Media komunikasi audio visual merupakan media atau alat bantu komunikasi yang dapat ditangkap melalui saluran pendengaran maupun penglihatan dalam bentuk suara, gambar, maupun tulisan, seperti televisi, video, dan film.
Jenis media komunikasi berdasarkan sasarannya, terdiri dari:
Media komunikasi umum, yaitu alat komunikasi yang dapat ditujukan pada sasaran tunggal, kelompok, atau massa. Contohnya, telepon, telegram, surat, e-mail, brosur, spanduk, internet, surat kabar, radio, televisi, video, dan film.
Media komunikasi massa, yaitu alat komunikasi yang khusus ditujukan untuk tujuan komunikasi massa yang sifatnya bergerak satu arah, dari komunikator pada khalayak. Media yang digunakannya yaitu media komunikasi audio, visual, maupun audio visual.
KONSEP DASAR IKLAN
Kata iklan berasal dari bahasa latin, yaitu ad-vere yang artinya menyampaikan pikiran dan gagasan kepada orang lain.
Secara umum, Iklan didefinisikan sebagai salah satu bentuk komunikasi persuasif yang merupakan bagian dari kegiatan pemasaran dengan maksud membujuk khalayak untuk memanfaatkan barang atau jasa.
Iklan ditujukan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan, makna, kepercayaan, sikap, pendapat, pemikiran dan citra konsumen yang berkaitan dengan suatu produk atau merek.
DEFINISI IKLAN MENURUT AHLI
Morissan (2010) menyatakan bahwa iklan merupakan bentuk komunikasi nonpersonal mengenai suatu organisasi, produk, layanan, atau ide, yang dibayar oleh satu sponsor yang diketahui.
Makna kata ‘dibayar’ menunjukkan fakta bagi suatu pesan setiap iklan pada umumnya harus dibeli, dan makna dari kata ‘nonpersonal’ merujuk pada setiap iklan yang selalu melibatkan media massa, seperti televisi, radio, majalah, atau koran.
Liliweri (1992) secara lengkap menuliskan bahwa iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatan sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, atau memberi layanan, serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif.
Kotler (1991) mengartikan iklan sebagai semua bentuk penyajian nonpersonal, promosi ide-ide, promosi barang produk atau jasa yang dilakukan oleh sponsor tertentu yang dibayar. Artinya dalam menyampaikan pesan tersebut, komunikator memang secara khusus melakukannya dengan cara membayar kepada pemilik media atau membayari orang yang mengupayakannya.
William Pattis menyatakan bahwa yang dimaksud dengan iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi dan mempromosikan produk dan jasa kepada seseorang atau pembeli yang potensial.
JENIS-JENIS IKLAN
Comercial Advertising atau Iklan komersial
Corporate Advertising atau Iklan untuk membangun citra
Public Service Advertising atau Iklan Layanan Masyarakat
FUNGSI DAN PERAN IKLAN
Sumber informasi, dengan adanya iklan dapat membantu masyarakat untuk memilih alternatif produk yang sesuai dan dibutuhkannya.
kegiatan ekonomi, dengan adanya iklan para pelaku ekonomi dapat terus memproduksi dan menjual produk mereka.
Sumber dana media, dengan adanya iklan dapat menunjang harga eceran dan langganan surat kabar
Identitas produsen, dengan adanya iklan masyarakat dapat mengetahui nama perusahaan yang memproduksi barang-barang yang dikonsumsinya.
Sarana kontrol, dengan adanya iklan masyarakat dapat mengetahui produk-produk yang legal dan ilegal.
Sabtu, 05 Februari 2011
Etika berkomunikasi
Etiket/Etika Dalam Berkomunikasi/Komunikasi & Pengertian Etika/Etiket - Sosiologi
A. Arti Definisi / Pengertian Etika ( Etik )
Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.
B. Arti Definisi / Pengertian Etiket
Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.
C. Etika Dan Etiket Yang Baik Dalam Komunikasi
Berikut di bawah ini adalah beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari :
1. Jujur tidak berbohong
2. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
3. Lapang dada dalam berkomunikasi
4. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak mudah emosi / emosional
7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
10. Bertingkahlaku yang baik
D. Contoh Teknik Komunikasi Yang Baik
- Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan
- Gunakan bahawa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
- Menatap mata lawan bicara dengan lembut
- Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum
- Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar
- Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara
- Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon
- Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara
- Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi
- Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara.
- Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik.
- Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat, ces, cipika cipiki (cium pipi kanan - cium pipi kiri)
- Dan lain sebagainya.
A. Arti Definisi / Pengertian Etika ( Etik )
Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.
B. Arti Definisi / Pengertian Etiket
Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.
C. Etika Dan Etiket Yang Baik Dalam Komunikasi
Berikut di bawah ini adalah beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari :
1. Jujur tidak berbohong
2. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
3. Lapang dada dalam berkomunikasi
4. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak mudah emosi / emosional
7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
10. Bertingkahlaku yang baik
D. Contoh Teknik Komunikasi Yang Baik
- Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan
- Gunakan bahawa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
- Menatap mata lawan bicara dengan lembut
- Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum
- Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar
- Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara
- Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon
- Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara
- Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi
- Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara.
- Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik.
- Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat, ces, cipika cipiki (cium pipi kanan - cium pipi kiri)
- Dan lain sebagainya.
Komunikasi menurut para ahli
Bermacam macam definisi komunikasi yang dikemukakan orang untuk memberikan batasan terhadap apa yang di maksud dengan komunikasi, sesuai dari mana mereka memandangnya. Tentu saja masing masing definisi itu ada benarnya dan tidak salah karena di sesuaikan dengan bidang dan tujuan mereka masing masing. Berikut ini ada beberapa dari definisi komunikasi.
1.Definisi Hovland, Janis dan Kelley
Hovland, Janis dan Kelley seperti yang di kemukakan oleh Forsdale (1981) adalah ahli Sosiologi Amerika, mengatakan bahwa, “communication is the process by which an individual transmits stimuly (usually verbal) to modify the behavior of other individuals”. Dengan kata kata lain komunikasi asalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk merubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini, mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses, bukan sebagai suatu hal.
2.Definisi Forsdale
Menurut louis Forsdale(1981), ahli komunikasi dan pendidikan, “communication is the process by which a system is established, maintained, and altered by means of shared signal that operate acording to rules”. Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat dipelihara, didirikan dan diubah. Pada definisi ini komunikasi juga di pandang sebagai suatu proses. Kata signal maksudnya adalah signal yang berupa verbal dan non verbal yang mempunyai aturan tertentu. Dengan adanya aturan ini menjadikan orang yang menerima signal yang telah mengetahui aturannya akan dapat memahami maksud dari signal yang diterimanya.
Selanjutnya Forsdale mengatakan, bahwa pemberian signal dalam komunikasi dapat dilakukan dengan maksud tertentu atau dengan disadari dan dapat juga terjadi tanpa disadari. Kalau kita bandingkan dengan definisi pertama, definisi forsdale ini kelihatannya lebih umum dari definisi pertamayang mengatakan komunikasi hanya hanya terjadi dengan penuh kesadaran sedangkan pada forsdale dapat dalam kondisi sadar maupun tidak sadar. Begitu puladalam ruang lingkupnya, kalau definisi pertama lebih menekankan komunikasi hanya diantara manusia, tetapibpada definisi kedua komunikasi baik diantara manusia maupun komunikasi dalam sistem kehidupan binatang.
3.Definisi Brent D. Ruben
Brent D. Ruben(1988) memberikan definisi mengenai komunikasi manusia yang lebih komprehensif sebagai berikut : komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptakan, mengirimkan, dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain.
Pada definisi ini pun, komunikasi juga dikatakan sebagai suatu proses yaitu suatu aktivitas yang mempunyai beberapa tahap yang terpisah satu sama lain tetapi memili hubungan atau berhubunga satu sama lain. Misal, jika kita mau pidato di depan umum sebelum melakukan itu semua, kita telah melakukan serentetan sub aktivitas seperti perencanaan, menentukan tema pidato, mengumpulkan bahan, melatih diri, baru kemudian tampil di depan umum.
Bila diperhatikan lebih lanjut dari definisi ruben ini, kelihatan bahwa ruben memakai istilah yang berbeda dengan dua definisi sebelumnya yang memakai istilah stimulus dan signal. Ruben memakai istilah sebagai kumpulan data, pesan, susunan isyarat dalam cara tertentu yang mempunyai arti atau berguna bagi sistem tertentu.
4.Definisi William J. Seller
Seller(1988) memberikan definisi komunikasi yang lebih bersifat universal. Dia mengatakan komunikasi adalah proses dengan mana simbol verbal dan nonverbal di kirimkan, diterima dan diberi arti.
Jadi dari keempat definisi diatas jelas, bahwa pada hakikatnya komunikasi adalah merupakan suatu proses tetapi proses mengenai apa belumlah ada kesepakatan.ada yang mengatakan proses pengiriman stimulus, ada yang mengatakan pemberian signal,dan ada pula yang mengatakan pengiriman informasidan simbol.
Kemudian kita lihat dalam dataran teoritis, paling tidak kita mengenal atau memahami arti atau pengertian lain dari komunikasi yaitu sesuatu (fakta, opini, gagasan) dari satu partisipan kepada partisipan lain melalui penggunaan kata-kata atau lambang lainnya. Jika pesan yang komunikasi dari dua perspektif, yaitu:
1.Perspektif kognitif.
Komunikasi menurut Colin Cherry, yang mewakili perspektif kognitif adalah penggunaan lambang-lambang (symbols) untuk mencapai kesamaan makna atau berbagi informasi tentang satu objek atau kejadian. Informasi disampaikan diterima secara akurat, receiver akan memiliki informasi yang sama seperti yang dimiliki sender, oleh karena itu tindak komunikasi telah terjadi.
2.Perspektif perilaku.
Menurut BF. Skinner dari perspektif perilaku memandang komunikasi sebagai perilaku verbal atau simbolik di mana sender berusaha mendapatkan satu efek yang dikehendakinya pada receiver. Masih dalam perspektif perilaku, FEX Dance menegaskan bahwa komunikasi adalah adanya satu respons melalui lambang-lambang verbal di mana simbol verbal tersebut bertindak sebagai stimuli untuk memperoleh respons. Kedua pengertian komunikasi yang disebut terakhir, mengacu pada hubungan stimulus respons antara sender dan receiver.
Setelah kita memahami pengertian komunikasi dari dua perspektif yang berbeda, kita mencoba melihat proses komunikasi dalam suatu organisasi. Menurut Jerry W. Koehler dan kawan-kawan, bagi suatu organisasi, perspektif perilaku dipandang lebih praktis karena komunikasi dalam organisasi bertujuan untuk mempengaruhi penerima (receiver). Satu respons khusus diharapkan oleh pengirim pesan (sender) dari setiap pesan yang disampaikannya. Ketika satu pesan mempunyai efek yang dikehendaki, bukan suatu persoalan apakah informasi yang disampaikan tersebut merupakan tindak berbagi informasi atau tidak.
Kemudian setelah mengetahui pengertian dari komunikasi, kita akan mengetahui sedikit tentang organisasi. Pengertian organisasi itu sendiri banyak bermacam macam pendapat, di antaranya adalah Schein(1982), mengatakan bahwa organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otorias dan tanggung jawab.
Kochler(1976), mengatakan bahwa organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasi usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
Wright(1977)berpendapat bahwa organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasi oleh dua orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan bersama.
1.Definisi Hovland, Janis dan Kelley
Hovland, Janis dan Kelley seperti yang di kemukakan oleh Forsdale (1981) adalah ahli Sosiologi Amerika, mengatakan bahwa, “communication is the process by which an individual transmits stimuly (usually verbal) to modify the behavior of other individuals”. Dengan kata kata lain komunikasi asalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk merubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini, mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses, bukan sebagai suatu hal.
2.Definisi Forsdale
Menurut louis Forsdale(1981), ahli komunikasi dan pendidikan, “communication is the process by which a system is established, maintained, and altered by means of shared signal that operate acording to rules”. Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat dipelihara, didirikan dan diubah. Pada definisi ini komunikasi juga di pandang sebagai suatu proses. Kata signal maksudnya adalah signal yang berupa verbal dan non verbal yang mempunyai aturan tertentu. Dengan adanya aturan ini menjadikan orang yang menerima signal yang telah mengetahui aturannya akan dapat memahami maksud dari signal yang diterimanya.
Selanjutnya Forsdale mengatakan, bahwa pemberian signal dalam komunikasi dapat dilakukan dengan maksud tertentu atau dengan disadari dan dapat juga terjadi tanpa disadari. Kalau kita bandingkan dengan definisi pertama, definisi forsdale ini kelihatannya lebih umum dari definisi pertamayang mengatakan komunikasi hanya hanya terjadi dengan penuh kesadaran sedangkan pada forsdale dapat dalam kondisi sadar maupun tidak sadar. Begitu puladalam ruang lingkupnya, kalau definisi pertama lebih menekankan komunikasi hanya diantara manusia, tetapibpada definisi kedua komunikasi baik diantara manusia maupun komunikasi dalam sistem kehidupan binatang.
3.Definisi Brent D. Ruben
Brent D. Ruben(1988) memberikan definisi mengenai komunikasi manusia yang lebih komprehensif sebagai berikut : komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptakan, mengirimkan, dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain.
Pada definisi ini pun, komunikasi juga dikatakan sebagai suatu proses yaitu suatu aktivitas yang mempunyai beberapa tahap yang terpisah satu sama lain tetapi memili hubungan atau berhubunga satu sama lain. Misal, jika kita mau pidato di depan umum sebelum melakukan itu semua, kita telah melakukan serentetan sub aktivitas seperti perencanaan, menentukan tema pidato, mengumpulkan bahan, melatih diri, baru kemudian tampil di depan umum.
Bila diperhatikan lebih lanjut dari definisi ruben ini, kelihatan bahwa ruben memakai istilah yang berbeda dengan dua definisi sebelumnya yang memakai istilah stimulus dan signal. Ruben memakai istilah sebagai kumpulan data, pesan, susunan isyarat dalam cara tertentu yang mempunyai arti atau berguna bagi sistem tertentu.
4.Definisi William J. Seller
Seller(1988) memberikan definisi komunikasi yang lebih bersifat universal. Dia mengatakan komunikasi adalah proses dengan mana simbol verbal dan nonverbal di kirimkan, diterima dan diberi arti.
Jadi dari keempat definisi diatas jelas, bahwa pada hakikatnya komunikasi adalah merupakan suatu proses tetapi proses mengenai apa belumlah ada kesepakatan.ada yang mengatakan proses pengiriman stimulus, ada yang mengatakan pemberian signal,dan ada pula yang mengatakan pengiriman informasidan simbol.
Kemudian kita lihat dalam dataran teoritis, paling tidak kita mengenal atau memahami arti atau pengertian lain dari komunikasi yaitu sesuatu (fakta, opini, gagasan) dari satu partisipan kepada partisipan lain melalui penggunaan kata-kata atau lambang lainnya. Jika pesan yang komunikasi dari dua perspektif, yaitu:
1.Perspektif kognitif.
Komunikasi menurut Colin Cherry, yang mewakili perspektif kognitif adalah penggunaan lambang-lambang (symbols) untuk mencapai kesamaan makna atau berbagi informasi tentang satu objek atau kejadian. Informasi disampaikan diterima secara akurat, receiver akan memiliki informasi yang sama seperti yang dimiliki sender, oleh karena itu tindak komunikasi telah terjadi.
2.Perspektif perilaku.
Menurut BF. Skinner dari perspektif perilaku memandang komunikasi sebagai perilaku verbal atau simbolik di mana sender berusaha mendapatkan satu efek yang dikehendakinya pada receiver. Masih dalam perspektif perilaku, FEX Dance menegaskan bahwa komunikasi adalah adanya satu respons melalui lambang-lambang verbal di mana simbol verbal tersebut bertindak sebagai stimuli untuk memperoleh respons. Kedua pengertian komunikasi yang disebut terakhir, mengacu pada hubungan stimulus respons antara sender dan receiver.
Setelah kita memahami pengertian komunikasi dari dua perspektif yang berbeda, kita mencoba melihat proses komunikasi dalam suatu organisasi. Menurut Jerry W. Koehler dan kawan-kawan, bagi suatu organisasi, perspektif perilaku dipandang lebih praktis karena komunikasi dalam organisasi bertujuan untuk mempengaruhi penerima (receiver). Satu respons khusus diharapkan oleh pengirim pesan (sender) dari setiap pesan yang disampaikannya. Ketika satu pesan mempunyai efek yang dikehendaki, bukan suatu persoalan apakah informasi yang disampaikan tersebut merupakan tindak berbagi informasi atau tidak.
Kemudian setelah mengetahui pengertian dari komunikasi, kita akan mengetahui sedikit tentang organisasi. Pengertian organisasi itu sendiri banyak bermacam macam pendapat, di antaranya adalah Schein(1982), mengatakan bahwa organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otorias dan tanggung jawab.
Kochler(1976), mengatakan bahwa organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasi usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
Wright(1977)berpendapat bahwa organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasi oleh dua orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI
Ilmu komunikasi adalah salah satu disiplin yang masuk dalam kelompok ilmu komunikasi dapat menjadi 4 (empat) periode diantaranya :
1. "Tradisi retorika" yang dimulai sejak zaman yunani kuno.
2. Periode antara tahun 1900-PD ke II yang dapat disebut sebagai periode Pertumbuhan Ilmu Komunikasi.
3. Periode setelah PD ke II sampai tahun 1960an. Periode ini biasanya disebut periode Konsolidasi.
4. Periode Teknologi Komunikasi yang dimulai dari tahun 1960an sampai sekarang.
PERIODE TRADISI RETORIKA
Komunikasi adalah konteks arti yang berlaku sekarang ini memeng belum dikenel saat itu. Istilahnya yang berlaku pada zaman tersebut adalah "Retorika". Disebutkan bahwa pada zaman kebudayaan mesir kuno telah ada tokoh-tokoh retorika seperti Kagemi dan Ptah-Hotep. Namun demikian tradisi retorika sebagai upaya yang sistematis dan terorganisasi baru dilakukan di zaman Yunani kuno dengan perintisnya Aristoteles (Golden, 1978). Lebih lanjut Aristoteles menyatakan bahwa retorika mencangkup 3 unsur yakni:
• ethos (kredibilitas sumber),
• pathos (hal yang menyangkut emosi/perasaan), dan
• logos (hal yang menyangkut fakta).
Pokok-pokok pikiran Aristoteles dikembangkan oleh Cicero dan Quintilian mereka menyusun aturan retorika yang menyangkut 5 unsur:
• Inventio (urutan argumentasi)
• Dispesitio (pengaturan ide)
• Eloqutio (gaya bahasa)
• Memoria (ingatan), serta
• Pronunciatio (cara penyampaian pesan).
Quintilian dan Cicero merupakan faktor keberhasilan. Tokoh retorikal yang dikenal pada saat itu Corax Socrates dan Plato maupun di negara-negara lain khususnya di negara Inggris, Perancis, dan Jerman tokoh yang tekenal adalah Thomas Wilson, Perancis Bacon, Rene Des Cartes, John Locke, Giam Batista Piko, dan David Hume. Pengertian retorika menunjuk pada kemampuan manusia menggunakan lambang-lambang untuk berkomunikasi satu sama lain : I.A Richards, M. Weaver, Stephen Toulmin, Kenneth Burke, Marshall McLuhan, Michel Foucault, Jurgen Habermas, Ernesto Grassi, dan Chaim Perelman.
PERIODE PERTUMBUHAN: 1900 – PERANG DUNIA KE II
Pada awal abad ke-19, sedikitnya ada tiga perkembangan penting yang terjadi. Pertama, adalah telepon, telegrap, radio, TV, dan lain-lain. Kedua, pecahnya Perang Dunia I dan II memberi bentuk dan arah pada bidang kajian ilmu komunikasi yang terjadi di masa ini.
Aspek-aspek yang diteliti mencakup penggunaan teknologi baru dalam pendidikan formal, keterampilan komunikasi, strategi komunikasi instruksional, serta reading dan listening. Sementara di bidang penelitian komunikasi komersial, dampak iklan terhadap khalayak serta aspek-aspek lainnya yang menyangkut industri media mulai berkembang sejalan dengan tumbuhnya industri periklanan dan penyiaran (broadcasting). Jerman dan Perancis, merupakan pusat intelektual terkemuka di dunia.
PERIODE KONSOLIDASI : PD II – 1960an
Periode setelah Perang Dunia II sampai tahun 1960an disebut sebagai periode konsolidasi (Delia, dalam Berger dan Chaffee, 1987). Karena pada masa ini konsolidasi dari pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial bersifat multidisipliner (mencakup berbagai ilmu) mulai terjadi. Kristalisasi Ilmu Komunikasi ditandai oleh 2 hal :
Adanya adopsi perbendaharaan istilah-istilah yang dipakai secara seragam.
Munculnya buku-buku yang membahas tentang pengertian komunikasi telah menjadi suatu pendekatan yang lintas disipliner dalam arti mencakup berbagai disiplin ilmu lainnya.
Sedikitnya ada 7 pokok diantaranya : Claude E. Shannon, Norbert Wiener, Harold Lasswell.
Institute of communication Research yang didirikan Schramm di Illinois pada tahun 1947, merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi yang pertama di Amerika Serikat. Sementara itu dua tokoh lainnya yakni : Claude E. Shannon dan Norbert Wiener disebut sebagai insinyur-insinyur komunikasi.
Istilah Mass Communication (Komunikasi Masa) dan Communication Research (Penelitian Komunikasi) mulai banyak dipergunakan. Cakupan bidang studi komunikasi mulai diperjelas dan dibagi dalam empat bidang tataran : komunikasi intrapribadi, komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok dan organisasi, dan komunikasi macro-sosial serta komunikasi massa.
PERIODE TEKNOLOGI KOMUNIKASI : 1960an – Sekarang
Sejak tahun 1960an perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks dan mengarah pada spesialisasi. Menurut Rogers (1986) perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin telah mulai memasuki periode take off (tinggal landas) sejak tahun 1950.
Periode masa sekarang juga disebut sebagai periode teknologi komunikasi dan informasi yang ditandai oleh beberapa faktor sebagai berikut:
Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi seperti komputer, VCR, TV Cable parabola.
Tumbuhan industri media yang nampaknya tidak hanya bersifat nasional tetapi juga regional dan global.
Ketergantungan terhadap situasi ekonomi dan politik global/internasional khususnya dalam konteks center periperhy.
Semakin gencarnya kegiatan pembangunan ekonomi di seluruh negara.
Semakin meluasnya proses demokratisasi ekonomi dan politik.
Arus penyebaran dan pemusatan informasi regional dan global (misalnya transborder data flow), aspek-aspek politik dan ekonomi informasi, kompetisi antar industri media, dampak sosial dari teknologi interaktif seperti komputer, komunikasi manusia mesin, dampak telekomunikasi terhadap hubungan antar budaya, serta aspek-aspek yang menyangkut manajemen informasi. Pendekatan disiplin ekonomi mulai diterapkan, karena disadari bahwa informasi dimasa sekarang ini merupakan yang mempunyai nilai tambah
Ilmu komunikasi adalah salah satu disiplin yang masuk dalam kelompok ilmu komunikasi dapat menjadi 4 (empat) periode diantaranya :
1. "Tradisi retorika" yang dimulai sejak zaman yunani kuno.
2. Periode antara tahun 1900-PD ke II yang dapat disebut sebagai periode Pertumbuhan Ilmu Komunikasi.
3. Periode setelah PD ke II sampai tahun 1960an. Periode ini biasanya disebut periode Konsolidasi.
4. Periode Teknologi Komunikasi yang dimulai dari tahun 1960an sampai sekarang.
PERIODE TRADISI RETORIKA
Komunikasi adalah konteks arti yang berlaku sekarang ini memeng belum dikenel saat itu. Istilahnya yang berlaku pada zaman tersebut adalah "Retorika". Disebutkan bahwa pada zaman kebudayaan mesir kuno telah ada tokoh-tokoh retorika seperti Kagemi dan Ptah-Hotep. Namun demikian tradisi retorika sebagai upaya yang sistematis dan terorganisasi baru dilakukan di zaman Yunani kuno dengan perintisnya Aristoteles (Golden, 1978). Lebih lanjut Aristoteles menyatakan bahwa retorika mencangkup 3 unsur yakni:
• ethos (kredibilitas sumber),
• pathos (hal yang menyangkut emosi/perasaan), dan
• logos (hal yang menyangkut fakta).
Pokok-pokok pikiran Aristoteles dikembangkan oleh Cicero dan Quintilian mereka menyusun aturan retorika yang menyangkut 5 unsur:
• Inventio (urutan argumentasi)
• Dispesitio (pengaturan ide)
• Eloqutio (gaya bahasa)
• Memoria (ingatan), serta
• Pronunciatio (cara penyampaian pesan).
Quintilian dan Cicero merupakan faktor keberhasilan. Tokoh retorikal yang dikenal pada saat itu Corax Socrates dan Plato maupun di negara-negara lain khususnya di negara Inggris, Perancis, dan Jerman tokoh yang tekenal adalah Thomas Wilson, Perancis Bacon, Rene Des Cartes, John Locke, Giam Batista Piko, dan David Hume. Pengertian retorika menunjuk pada kemampuan manusia menggunakan lambang-lambang untuk berkomunikasi satu sama lain : I.A Richards, M. Weaver, Stephen Toulmin, Kenneth Burke, Marshall McLuhan, Michel Foucault, Jurgen Habermas, Ernesto Grassi, dan Chaim Perelman.
PERIODE PERTUMBUHAN: 1900 – PERANG DUNIA KE II
Pada awal abad ke-19, sedikitnya ada tiga perkembangan penting yang terjadi. Pertama, adalah telepon, telegrap, radio, TV, dan lain-lain. Kedua, pecahnya Perang Dunia I dan II memberi bentuk dan arah pada bidang kajian ilmu komunikasi yang terjadi di masa ini.
Aspek-aspek yang diteliti mencakup penggunaan teknologi baru dalam pendidikan formal, keterampilan komunikasi, strategi komunikasi instruksional, serta reading dan listening. Sementara di bidang penelitian komunikasi komersial, dampak iklan terhadap khalayak serta aspek-aspek lainnya yang menyangkut industri media mulai berkembang sejalan dengan tumbuhnya industri periklanan dan penyiaran (broadcasting). Jerman dan Perancis, merupakan pusat intelektual terkemuka di dunia.
PERIODE KONSOLIDASI : PD II – 1960an
Periode setelah Perang Dunia II sampai tahun 1960an disebut sebagai periode konsolidasi (Delia, dalam Berger dan Chaffee, 1987). Karena pada masa ini konsolidasi dari pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial bersifat multidisipliner (mencakup berbagai ilmu) mulai terjadi. Kristalisasi Ilmu Komunikasi ditandai oleh 2 hal :
Adanya adopsi perbendaharaan istilah-istilah yang dipakai secara seragam.
Munculnya buku-buku yang membahas tentang pengertian komunikasi telah menjadi suatu pendekatan yang lintas disipliner dalam arti mencakup berbagai disiplin ilmu lainnya.
Sedikitnya ada 7 pokok diantaranya : Claude E. Shannon, Norbert Wiener, Harold Lasswell.
Institute of communication Research yang didirikan Schramm di Illinois pada tahun 1947, merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi yang pertama di Amerika Serikat. Sementara itu dua tokoh lainnya yakni : Claude E. Shannon dan Norbert Wiener disebut sebagai insinyur-insinyur komunikasi.
Istilah Mass Communication (Komunikasi Masa) dan Communication Research (Penelitian Komunikasi) mulai banyak dipergunakan. Cakupan bidang studi komunikasi mulai diperjelas dan dibagi dalam empat bidang tataran : komunikasi intrapribadi, komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok dan organisasi, dan komunikasi macro-sosial serta komunikasi massa.
PERIODE TEKNOLOGI KOMUNIKASI : 1960an – Sekarang
Sejak tahun 1960an perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks dan mengarah pada spesialisasi. Menurut Rogers (1986) perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin telah mulai memasuki periode take off (tinggal landas) sejak tahun 1950.
Periode masa sekarang juga disebut sebagai periode teknologi komunikasi dan informasi yang ditandai oleh beberapa faktor sebagai berikut:
Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi seperti komputer, VCR, TV Cable parabola.
Tumbuhan industri media yang nampaknya tidak hanya bersifat nasional tetapi juga regional dan global.
Ketergantungan terhadap situasi ekonomi dan politik global/internasional khususnya dalam konteks center periperhy.
Semakin gencarnya kegiatan pembangunan ekonomi di seluruh negara.
Semakin meluasnya proses demokratisasi ekonomi dan politik.
Arus penyebaran dan pemusatan informasi regional dan global (misalnya transborder data flow), aspek-aspek politik dan ekonomi informasi, kompetisi antar industri media, dampak sosial dari teknologi interaktif seperti komputer, komunikasi manusia mesin, dampak telekomunikasi terhadap hubungan antar budaya, serta aspek-aspek yang menyangkut manajemen informasi. Pendekatan disiplin ekonomi mulai diterapkan, karena disadari bahwa informasi dimasa sekarang ini merupakan yang mempunyai nilai tambah
Syarat seorang Da'i
Oleh : Abu Aqil Al-Atsary
Agama Islam adalah nasehat, dan salah satu bentuk dari sekian banyak bentuk-bentuk nasehat, adalah dakwah. Namun sebagaimana amalan-amalan lain yang dipahalai oleh Alloh Ta’ala, tentunya dakwah amar ma’ruf dan nahi mungkar mestilah dibarengi dengan ilmu tentangnya dan ilmu tentang apa yang diserukan. Misalnya, jika seseorang mengajak orang lain untuk mendirikan sholat, maka harusnya si pengajak (da’i) terlebih dahulu mengerti dan memahami segala ilmu tentangnya, sejak dari dalil-dalil pensyariatan sholat hingga tatacara sholat yang benar-benar sesuai petunjuk Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam.
Hal inilah yang seringkali diacuhkan begitu saja oleh para da’i dewasa ini. Maka satu dari sekian banyak ketentuan yang harus ada dalam diri seorang da’i adalah ilmu tentang apa yang sedang dan yang akan ia serukan.
Alloh Ta’ala berfirman,
فَاْعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلمُؤْمِنِينَ وَالمؤْمِنَاتِ وَاللهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُم
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” [QS. Muhammad : 19]Dengan ayat inilah Al-Imam Bukhary -rahimahullohu ta’ala- membuat satu bab dengan judul باب العلم قبل القول والعمل“Bab Ilmu sebelum perkataan dan perbuatan.” [Shohih Bukhary 1/159] Hal tersebut bisa difahami bahwa Alloh Ta’ala telah memerintahkan kepada nabi-Nya dengan dua perkara; dengan ilmu dan kemudian amal. Adapun memulainya dengan ilmu itu dijelaskan dalam ayat tersebut,
فَاْعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللهُ
“Ketahuilah bahwa tiada sesembahan yang haq, selain Alloh.”
Baru kemudian diikuti dengan amal,
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِك
“Dan mohonlah ampunan untuk dosa-dosamu.”
Dengan demikian, kita semua menyadari bahwa ilmu adalah syarat bagi amalan dan perkataan. Tanpa ilmu maka amalan dan perkataan itu tidak sangat jauh dari petunjuk Alloh dan RasulNya. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullohu ta’ala- menjelaskan tentang syarat amar ma’ruf dan nahi munkar, dengan berkata;
ولا يكون عمله صالحاً إن لم يكن بعلم وفقه .. وهذا ظاهر فإن العمل إن لم يكن بعلم كان جهلاً وضلالاً ، واتباعاً للهوى وهذا هو الفرق بين أهل الجاهلية
“Dan tidaklah dianggap amalan sholih jika tanpa disertai dengan ilmu,… dan ini sudah jelas. Maka sungguh amalan itu jika tanpa disertai ilmu adalah kebodohan dan kesesatan, dan hanya mengikuti hawa nafsu saja, yang demikian termasuk golongan ahli jahiliyah / orang-orang bodoh.” [Al-amru bilma'ruf wan nahy anil munkar, Ibnu Taimiyah, hal. 17]
Hal ini juga sebagaimana atsar dari salafunas sholih, telah diriwayatkan secara marfu’, AlQadhi Abu Ya’la menyebutkan dalam Al-Mu’tamad,
لا يأمر بالمعروف وينهى عن المنكر إلا من كان فقيهاً فيما يأمر به ، فقيها فيما ينهى عنه ، رفيقاً فيما يأمر به ، رفيقاً فيما ينهى عنه ، حليماً فيما يأمر به ، حليماً فيما ينهى عنه
“Janganlah menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran kecuali bagi orang-orang yang telah memahami tentang yang diserukan itu, dan yang telah memahami terhadap larangan yang dilarang itu, dan hendaklah lemah lembut dalam menyampaikan apa yang diserukan itu, dan lemah lembut menyampaikan apa yang dilarang. hendaklah juga ia sabar dalam menyeru (kebaikan) dan sabar dalam mencegah (kemungkaran itu). [Mukhtasar Minhajul Qosidin, Ibnu Qudamah, hal 131]
Maka jelaslah bahwa bagi orang yang tidak memiliki ilmu, usaha yang harus ia lakukan pertama sekali adalah menuntut ilmu baru kemudian setelah itu ia boleh berdakwah.
Agama Islam adalah nasehat, dan salah satu bentuk dari sekian banyak bentuk-bentuk nasehat, adalah dakwah. Namun sebagaimana amalan-amalan lain yang dipahalai oleh Alloh Ta’ala, tentunya dakwah amar ma’ruf dan nahi mungkar mestilah dibarengi dengan ilmu tentangnya dan ilmu tentang apa yang diserukan. Misalnya, jika seseorang mengajak orang lain untuk mendirikan sholat, maka harusnya si pengajak (da’i) terlebih dahulu mengerti dan memahami segala ilmu tentangnya, sejak dari dalil-dalil pensyariatan sholat hingga tatacara sholat yang benar-benar sesuai petunjuk Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam.
Hal inilah yang seringkali diacuhkan begitu saja oleh para da’i dewasa ini. Maka satu dari sekian banyak ketentuan yang harus ada dalam diri seorang da’i adalah ilmu tentang apa yang sedang dan yang akan ia serukan.
Alloh Ta’ala berfirman,
فَاْعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلمُؤْمِنِينَ وَالمؤْمِنَاتِ وَاللهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُم
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” [QS. Muhammad : 19]Dengan ayat inilah Al-Imam Bukhary -rahimahullohu ta’ala- membuat satu bab dengan judul باب العلم قبل القول والعمل“Bab Ilmu sebelum perkataan dan perbuatan.” [Shohih Bukhary 1/159] Hal tersebut bisa difahami bahwa Alloh Ta’ala telah memerintahkan kepada nabi-Nya dengan dua perkara; dengan ilmu dan kemudian amal. Adapun memulainya dengan ilmu itu dijelaskan dalam ayat tersebut,
فَاْعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللهُ
“Ketahuilah bahwa tiada sesembahan yang haq, selain Alloh.”
Baru kemudian diikuti dengan amal,
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِك
“Dan mohonlah ampunan untuk dosa-dosamu.”
Dengan demikian, kita semua menyadari bahwa ilmu adalah syarat bagi amalan dan perkataan. Tanpa ilmu maka amalan dan perkataan itu tidak sangat jauh dari petunjuk Alloh dan RasulNya. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullohu ta’ala- menjelaskan tentang syarat amar ma’ruf dan nahi munkar, dengan berkata;
ولا يكون عمله صالحاً إن لم يكن بعلم وفقه .. وهذا ظاهر فإن العمل إن لم يكن بعلم كان جهلاً وضلالاً ، واتباعاً للهوى وهذا هو الفرق بين أهل الجاهلية
“Dan tidaklah dianggap amalan sholih jika tanpa disertai dengan ilmu,… dan ini sudah jelas. Maka sungguh amalan itu jika tanpa disertai ilmu adalah kebodohan dan kesesatan, dan hanya mengikuti hawa nafsu saja, yang demikian termasuk golongan ahli jahiliyah / orang-orang bodoh.” [Al-amru bilma'ruf wan nahy anil munkar, Ibnu Taimiyah, hal. 17]
Hal ini juga sebagaimana atsar dari salafunas sholih, telah diriwayatkan secara marfu’, AlQadhi Abu Ya’la menyebutkan dalam Al-Mu’tamad,
لا يأمر بالمعروف وينهى عن المنكر إلا من كان فقيهاً فيما يأمر به ، فقيها فيما ينهى عنه ، رفيقاً فيما يأمر به ، رفيقاً فيما ينهى عنه ، حليماً فيما يأمر به ، حليماً فيما ينهى عنه
“Janganlah menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran kecuali bagi orang-orang yang telah memahami tentang yang diserukan itu, dan yang telah memahami terhadap larangan yang dilarang itu, dan hendaklah lemah lembut dalam menyampaikan apa yang diserukan itu, dan lemah lembut menyampaikan apa yang dilarang. hendaklah juga ia sabar dalam menyeru (kebaikan) dan sabar dalam mencegah (kemungkaran itu). [Mukhtasar Minhajul Qosidin, Ibnu Qudamah, hal 131]
Maka jelaslah bahwa bagi orang yang tidak memiliki ilmu, usaha yang harus ia lakukan pertama sekali adalah menuntut ilmu baru kemudian setelah itu ia boleh berdakwah.
Prinsip Dakwah Rasulullah
Dakwah kalau di perhatikan dari maknanya begitu banyak, baik secara etimologi maupun terminologi dan menurut pandangan para ulama. Namun dari sekian banyak makna dakwah intinya adalah menyeru kepada kebajikan dan meninggalkan kebathilan :
" Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung ". QS. Ali Imran (3) : 104
Dakwah dalam pelaksanaannya mempunyai beberapa prinsip, seperti halnya dakwah Rasulullah Muhammad saw yang mempunyai prinsip-prinsip seperti yang disimpulkan dalam buku Metode Pengembangan Dakwah karya Drs. H. Asep Muhyiddin, M. Ag., dan Agus Ahmad Safe’i, M. Ag. Seperti berikut ini :
1. Mengetahui medan (mad’u), melalui penelitian dan perenungan
2. Melalui perencanaan pembinaan, pendidikan, dan pengembangan serta pembangunan masyarakat
3. Bertahap, diawali dengan cara diam-diam (marhalah sirriyah), kemudian cara terbuka (marhalah alaniyah). Diawali dari keluarga dan teman terdekat, kemudian masyarakat secara umum.
4. Melalui cara dan startegi hijrah, yakni menghindari situasi yang negatif untuk meraih suasana yang lebih positif.
5. Melalui syi’ar ajaran dan pranata Islam, antara lain melaui khatbah, adzan, iqamah, dan shalat berjamaah, ta’awun, zakat dan lain sebagainya.
6. Melaui musyawarah dan kerja sama, perjanjian dengan masyarakat sekitar, seperti dengan Bani Nadhir, Bani Quraidzah, dan Bani Qainuqa.
7. Melalui cara dan tindakan yang akomodatif, toleran dan saling menghargai.
8. Melaui nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan, dan demokrasi.
9. Menggunakan bahasa kaumny, melalui kadar kemampuan pemikiran masyarakatnya (ala qadri uqulihim)
10. Melaui surat. Sebagaimana yang telah dikirim ke raja-raja berpengaruh pada waktu itu, seperti kepada Heraklius.
11. Melalui uswah hasanah dan syuhada ala an-nas dan melaui peringatan, dorongan, dan motivasi (tarhib wa targhib)
" Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung ". QS. Ali Imran (3) : 104
Dakwah dalam pelaksanaannya mempunyai beberapa prinsip, seperti halnya dakwah Rasulullah Muhammad saw yang mempunyai prinsip-prinsip seperti yang disimpulkan dalam buku Metode Pengembangan Dakwah karya Drs. H. Asep Muhyiddin, M. Ag., dan Agus Ahmad Safe’i, M. Ag. Seperti berikut ini :
1. Mengetahui medan (mad’u), melalui penelitian dan perenungan
2. Melalui perencanaan pembinaan, pendidikan, dan pengembangan serta pembangunan masyarakat
3. Bertahap, diawali dengan cara diam-diam (marhalah sirriyah), kemudian cara terbuka (marhalah alaniyah). Diawali dari keluarga dan teman terdekat, kemudian masyarakat secara umum.
4. Melalui cara dan startegi hijrah, yakni menghindari situasi yang negatif untuk meraih suasana yang lebih positif.
5. Melalui syi’ar ajaran dan pranata Islam, antara lain melaui khatbah, adzan, iqamah, dan shalat berjamaah, ta’awun, zakat dan lain sebagainya.
6. Melaui musyawarah dan kerja sama, perjanjian dengan masyarakat sekitar, seperti dengan Bani Nadhir, Bani Quraidzah, dan Bani Qainuqa.
7. Melalui cara dan tindakan yang akomodatif, toleran dan saling menghargai.
8. Melaui nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan, dan demokrasi.
9. Menggunakan bahasa kaumny, melalui kadar kemampuan pemikiran masyarakatnya (ala qadri uqulihim)
10. Melaui surat. Sebagaimana yang telah dikirim ke raja-raja berpengaruh pada waktu itu, seperti kepada Heraklius.
11. Melalui uswah hasanah dan syuhada ala an-nas dan melaui peringatan, dorongan, dan motivasi (tarhib wa targhib)
Langganan:
Postingan (Atom)